Sony Pictures telah Mengumumkan Kelanjutan Film Spiderman

Andrew-Garfield-Spiderman-Angpao888-Reuters-05052014-615

foto : Andrew Garfield “berhadapan” dengan seseorang bertopeng Spider Man saat menghadiri World premiere film The Amazing Spiderman 2, di London, Inggris (10/4). REUTERS/Olivia Harris | Dibaca 46

Spider-Man yang Manusiawi, Tidak Kaku dan Serius

HOLLYWOOD – Entertainment.Angpao.com : Film The Amazing Spider-Man 2 dibuka dengan bagaimana rumitnya Kota New York. Spider-Man melakukan ‘pembersihan’ di jalanan Manhattan, ketika para polisi mencoba menangkap kejahatan yang dilakukan sopir truk, Aleksei Sytsevich (Paul Giamatti), yang harus dihentikan.

Aksi Spider-Man di sini terlihat lucu, santai, menyenangkan, dan kocak. Dia melompati bangunan lain, melayang, menolong seorang pria cupu bernama Max Dillon (Jammie Fox) yang nyaris tertabrak taksi yang dikendarai Sytsevich, dia juga menerima telepon dari kekasihnya, Gwen Stacy (Emma Stone), sambil berdiri di depan moncong mobil. Adegan awal yang terlihat semrawut itu justru akan menjadi klimaks pada akhir film di mana masing-masing terlibat dalam aksi Spider-Man untuk menumpas kejahatan.

Performa Peter Parker yang diperankan Andrew Garfield lebih manusiawi dibandingkan karakter Peter yang diperankan Tobey Maguire yang cenderung kaku dan serius. Kini, Spider-Man selain mengurusi kejahatan besar, dia juga menyelamatkan seorang anak yang diganggu teman-teman sekolahnya. Atau menjahili seorang gangster Rusia dengan cara melorotkan celananya. Bukan gambaran sebagai superhero yang dingin dan berat.

Spider-Man mendapatkan musuh yang sangat hebat. Max Dillon yang memujanya berbalik menjadi benci ketika telah berubah menjadi Electro. Perubahan yang tak sengaja, ketika teknisi listrik di Oscorp itu terjatuh ke dalam kolam belut listrik yang menyetrumnya. Belum selesai urusan dengan Electro, Spider-Man juga berhadapan dengan sahabatnya sejak kecil, Harry Osborne (Danee Deehann), yang berubah menjadi Green Goblin karena penyakit yang diturunkan dari ayahnya. Tapi sepertinya masalah Spidey tidak berkesudahan. Kemampuannya diuji ketika Sytsevich diubah lewat serangkaian uji coba menjadi Rhino, robot badak yang menyerang Spiderman.

Dengan masalah besar untuk mendamaikan dunia itu, sang superhero diliputi kebingungan dengan kisah percintaanya bersama Gwen Stacey (Emma Stone). Semakin kompleks karena janji Peter kepada ayah Gwen untuk menjauhi putrinya dari mara bahaya. Di sela-sela itu, Peter juga berhasil menemukan jawaban dari rahasia ayahnya mengenai proyek Roosevelt yang melibatkan Oscorp.

Sutradara Marc Webb mencoba memberikan gambaran seorang superhero yang jor-joran menerima serangan musuh, tapi dia juga masih butuh cinta. Dia masih mencari misteri mengenai kedua orang tuanya yang tega meninggalkan dan menitipkannya kepada Aunt May (Sally Field) sewaktu kecil.

Banyak adegan spektakuler yang dilakukan di jalan Manhattan. Jika ditilik, cerita-cerita Marvel di dalam film sepertinya mulai mengikuti jejak The Avengers, yang memporak-porandakan jalanan New York. Konsep itu juga diikuti oleh film Captain America: The Winter Soldier sebelumnya.

 

 

Pages: 1 2 3